Pengguna Zoom di Windows perlu memeriksa versi aplikasi yang terpasang. Zoom telah menerbitkan pembaruan untuk menutup CVE-2026-53412, kerentanan dengan tingkat keparahan kritis yang dapat memungkinkan pihak tanpa autentikasi mengambil alih akun melalui akses jaringan.
Masalah ini penting bagi pengguna pribadi, perusahaan, sekolah, penyelenggara webinar, dan penyedia jasa yang memakai Zoom untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Berlangganan paket berbayar tidak otomatis melindungi perangkat jika aplikasi desktop yang digunakan masih berada pada versi rentan. Perbaikannya ada pada pembaruan perangkat lunak.
Apa itu CVE-2026-53412?
Zoom mencatat kerentanan ini dalam buletin keamanan ZSB-26014. Penyebabnya adalah validasi input yang tidak semestinya pada Zoom Desktop Client dan Zoom VDI Client untuk Windows. Dalam skenario yang dijelaskan Zoom, pengguna tanpa autentikasi dapat melakukan pengambilalihan akun melalui akses jaringan.
National Vulnerability Database milik NIST memberi skor CVSS 9,8 dari 10 dengan kategori kritis. Vektor penilaiannya menunjukkan serangan dapat dilakukan melalui jaringan, memiliki kompleksitas rendah, tidak membutuhkan hak akses sebelumnya, dan tidak memerlukan tindakan pengguna. Penilaian itu juga mencatat potensi dampak tinggi terhadap kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan.
Skor tersebut menggambarkan tingkat risiko teknis, bukan bukti bahwa setiap pengguna telah diserang. Buletin Zoom juga tidak menyebut bahwa semua akun pasti akan diambil alih. Namun, kombinasi akses jaringan, tanpa autentikasi, dan tanpa interaksi pengguna membuat pembaruan layak diprioritaskan.
Versi Zoom Windows yang terdampak
Menurut revisi terbaru buletin Zoom, produk yang terdampak adalah Zoom Workplace untuk Windows sebelum versi 7.0.0. Untuk Zoom Workplace VDI Client Windows, batas versi aman bergantung pada cabangnya: versi sebelum 7.0.10 pada cabang 7.0, sebelum 6.6.15 pada cabang 6.6, dan sebelum 6.5.18 pada cabang 6.5.
Buletin awal memasukkan Zoom Meeting SDK untuk Windows, tetapi Zoom menghapusnya dari daftar produk terdampak pada revisi 1.1 tanggal 15 Juli 2026. Karena itu, pengguna sebaiknya mengikuti daftar produk pada revisi terbaru, bukan hanya ringkasan lama yang masih beredar.
Pengguna aplikasi Zoom biasa kemungkinan besar memakai Zoom Workplace Desktop. VDI lebih umum digunakan oleh organisasi yang menjalankan desktop virtual dan biasanya dikelola tim teknologi informasi. Jika perangkat kantor dikelola perusahaan, pembaruan mungkin dikendalikan administrator dan menu pembaruan manual bisa tidak tersedia.
Apakah pengguna macOS dan ponsel terdampak?
Buletin ZSB-26014 secara khusus mencantumkan Zoom Workplace Desktop dan VDI Client untuk Windows. Zoom tidak memasukkan aplikasi macOS, Linux, Android, atau iOS ke dalam daftar produk terdampak untuk CVE ini. Pengguna platform lain tetap perlu menjaga aplikasinya diperbarui karena Zoom menerbitkan buletin keamanan terpisah untuk masalah yang berbeda.
Perusahaan yang memakai campuran perangkat tidak perlu menerapkan batas versi Windows secara membabi buta ke semua sistem operasi. Inventaris perangkat sebaiknya dipisahkan berdasarkan sistem operasi dan jenis aplikasi. Dengan begitu, tim TI dapat memprioritaskan klien Windows yang tercakup dalam ZSB-26014 tanpa mengabaikan pembaruan rutin pada perangkat lain.

Cara memeriksa dan memperbarui Zoom
Untuk memeriksa pembaruan dari aplikasi, masuk ke Zoom Workplace di Windows, klik foto profil di sudut kanan atas, lalu pilih Check for Updates. Jika versi baru tersedia, aplikasi akan mengunduh dan memasangnya. Pengguna juga dapat memperoleh installer terbaru melalui halaman unduhan resmi Zoom.
Nomor versi dapat diperiksa melalui foto profil, lalu pilih Help dan About Zoom Workplace. Pengguna Zoom Workplace Desktop Windows sebaiknya memastikan versinya sudah 7.0.0 atau lebih baru. Pengguna VDI harus mencocokkan versi dengan cabang yang dipakai dan mengikuti paket yang disediakan administrator.
Setelah pembaruan selesai, tutup dan buka kembali aplikasi jika diminta. Pada komputer perusahaan, hubungi tim TI bila pembaruan gagal, tombol Check for Updates tidak muncul, atau versi tetap berada di bawah batas aman. Mengunduh installer dari situs acak bukan jalan pintas yang aman; gunakan aplikasi atau situs resmi Zoom.
Mengapa pengguna bisnis perlu lebih waspada?
Akun Zoom sering dipakai untuk rapat internal, konsultasi pelanggan, kelas, wawancara, dan webinar. Pengambilalihan akun dapat mengganggu jadwal pertemuan dan membuka akses terhadap fitur yang tersedia pada akun tersebut. Dampak sebenarnya bergantung pada konfigurasi, jenis akun, dan data yang tersimpan.
Bagi pemilik bisnis di Indonesia yang membeli paket Zoom melalui jasa pembayaran, status pembayaran dan keamanan aplikasi adalah dua hal terpisah. Pembayaran yang berhasil memastikan langganan aktif, sedangkan pembaruan aplikasi menutup kerentanan pada perangkat. Keduanya perlu dikelola sendiri-sendiri.
Admin organisasi sebaiknya mencatat versi aplikasi pada perangkat pengguna, memprioritaskan perangkat Windows yang masih berada di bawah batas aman, lalu memastikan pembaruan benar-benar terpasang. Pengguna juga dapat mengaktifkan autentikasi multifaktor dan meninjau pengaturan akun sebagai lapisan pengamanan tambahan, tetapi langkah tersebut tidak menggantikan pemasangan patch.
Langkah yang perlu dilakukan sekarang
- Periksa nomor versi Zoom Workplace pada setiap komputer Windows yang digunakan untuk rapat.
- Perbarui Zoom Workplace Desktop ke versi 7.0.0 atau yang lebih baru melalui jalur resmi.
- Untuk lingkungan VDI, gunakan versi perbaikan yang sesuai dengan cabang 7.0, 6.6, atau 6.5.
- Pastikan pengguna menutup dan menjalankan kembali aplikasi setelah proses pembaruan jika diperlukan.
- Jangan menganggap langganan berbayar, kata sandi kuat, atau autentikasi multifaktor sebagai pengganti patch keamanan.
Pembaruan ini tidak memerlukan perubahan pada paket langganan Zoom. Pengguna hanya perlu memastikan aplikasi Windows yang dipakai sudah melewati versi rentan. Untuk organisasi dengan banyak perangkat, pemeriksaan terpusat akan lebih efektif daripada mengandalkan setiap pengguna memperbarui aplikasinya sendiri.
